← Kembali ke Semua Berita INKOM NEWS

Peringatan September Hitam Tahun 2025 di UNJANI Sebagai Refleksi Sejarah dan Kesadaran Mahasiswa

Suara Kita

Suara Kita

Pada 17 November 2025

Peringatan September Hitam Tahun 2025 di UNJANI Sebagai Refleksi Sejarah dan Kesadaran Mahasiswa

Peringatan September Hitam Tahun 2025 di UNJANI Sebagai Refleksi Sejarah dan Kesadaran Mahasiswa 

SUARA KITA - Tiga lembaga tinggi mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) menggelar peringatan September Hitam pada Selasa (30/9/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Patung Jenderal Achmad Yani ini menjadi momentum refleksi atas berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Peringatan berlangsung sejak 19.00 WIB hingga puncaknya pada pukul 23.00 WIB dengan rangkaian tabur bunga, mimbar bebas, serta penampilan UKM KM SENI UNJANI (SENJA). Mahasiswa dari berbagai fakultas, organisasi kemahasiswaan, hingga narasumber dari Ismahi Jabar turut hadir untuk membahas isu sosial, kemanusiaan, dan pelanggaran HAM.

Menurut salah satu penyelenggara, September Hitam tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan ruang refleksi atas tragedi kelam yang telah terjadi pada bulan September. Beberapa di antaranya G30S/PKI 1965, Tragedi Tanjung Priok 1984, Semanggi II 1999, hingga kasus pembunuhan aktivis HAM Munir tahun 2004.

Presiden BEM UNJANI menegaskan, bahwa peringatan ini Adalah sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kebenaran dan keadilan. “Suara kita adalah kekuatan, dan kekuatan adalah harapan untuk masa depan bersama,” ujarnya.

Salah satu peserta mengaku bahwa ia termotivasi mengikuti kegiatan ini untuk mengenang tragedi yang telah terjadi di masa lalu sekaligus mengajak teman-temannya agar lebih peduli. Sementara itu, penyelenggara dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (Fitkes) menambahkan, bahwa agenda ini sudah rutin digelar sejak Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (Fitkes) masih berbentuk STIKes. “Harapannya, mahasiswa semakin sadar bahwa sejarah dan hak-hak di negeri ini harus tetap dijaga,” jelasnya.

Pemilihan Patung Jenderal Achmad Yani sebagai lokasi peringatan juga memiliki makna filosofis. Yaitu sosok Jenderal Achmad Yani yang namanya diabadikan sebagai nama universitas dianggap simbol perjuangan dan sebagai pengingat bagi mahasiswa untuk terus memperjuangkan kebenaran.

Peringatan September Hitam di UNJANI menjadi ruang mahasiswa untuk mengenang sejarah, menumbuhkan solidaritas, sekaligus menyuarakan kritik terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan hari ini. Melalui refleksi tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai kaum intelektual, tetapi juga sebagai agen perubahan yang peduli terhadap isu – isu sosial.

INKOM NEWS, SUARA KITA.

REPORTER: Nadia Puspita Ayu dan Almuzzammil Yusuf
REDAKTUR: Saepul Fallah
EDITOR: Cut Keumala

Gambar akhir artikel

Punya Aspirasi atau Rekomendasi Berita?

Bantu kami mengembangkan komunitas INKOM UNJANI dengan mengirimkan saran, ide konten, atau berita terbaru.

Kirim Aspirasi / Rekomendasi